Sungguh Rugi kalau tidak mau menikahi Janda punya anak yatim, apalagi miskin

Yatim,Yatama,Yaitamu,Yatmu artinya sedih atau makanya sendiri. Yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya sebelum baligh.
Obat Hati kita keras,malas ibadah, usaplah kepala anak yatim dan beri makan orang miskin, seperti hadits dalam musnadnya imam ahmad rahimahullah :

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺷَﻜَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺴْﻮَﺓَ ﻗَﻠْﺒِﻪِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ: ﺇِﻥْ ﺃَﺭَﺩْﺕَ ﺗَﻠْﻴِﻴْﻦَ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻓَﺄَﻃْﻌِﻢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻣْﺴَﺢْ ﺭَﺃْﺱَ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴْﻢِ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seseorang yang mengeluhkan kerasnya hati kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau berkata kepadanya:
“Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” [HR. Ahmad, ash-Shahihah syaikh al-Albani]

Belum lagi menolong janda dengan menikahinya, Sungguh luar biasa.
Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Al-Armalah disini menurut Imam Nawawi adalah seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. artinya janda itu memang miskin.

Menikah itu mendatangkan keberkahan, tapi tetaplah wanita yang benar-benar baik agamanya.
Banyak orang takut miskin karena menikah, apalagi memperhitungkan anak yatimnya ada 6 orang,padahal dengan menikah justru sebaliknya.
A’isyah radhiyallahu ‘anha

تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ يَأتِينَكُم بِالأَمْوَالِ

“Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian”. (HR. Hakim 2679 dan dinilai ad-Dzahabi sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Allahu’alam

Referensi: Rumasyo

Iklan

“Persatuan Kebun Binatang”, apa maksud yang sebenarnya?

KLARIFIKASI!
PENJELASAN PONPES SABILUNNAJAH, BANDUNG.
Tentang pemlintiran video Al-Fadhil Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ oleh oknum tidak bertanggung jawab. ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ Guru kami al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berkata, “Persatuan nisbi (semu) bukan untuk sesuatu yang kekal (yakni akhirat), Inilah persatuan kebon binatang….”
PENJELASAN : Maksudnya adalah : Persatuan yang dipaksakan karena adanya tembok dan jeruji besi, karena seandainya tembok dan jeruji besi itu tidak ada niscaya akan saling menerkam. Jadi kalimat tersebut hanyalah tamtsil (perumpamaan) atas persatuan yang semu lagi nisbi.
Persatuan seperti ini bukanlah persatuan yang diinginkan oleh Islam, oleh Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ . Karena Islam menginginkan persatuan yang kuat yang dibangun di atas ‘aqidah, tauhid, As-Sunnah dan manhaj yang benar (shahih) sebagaimana yang dipahami oleh Rasulullah ﷺ dan paea Shahabat ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﻢ ﺍﺟﻤﻌﻴﻦ .
Adapun persatuan yang tidak dibangun di atas manhaj yang shahih (benar), tetap saja nisbi (semu), karena jika persatuan tersebut benar-benar bersifat ukhrawi (baca : yang kekal), niscaya akan dibangun di atas dasar al-Qur’an, As-Sunnah dengan manhaj yang benar yaitu manhaj Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dalam hal ini Allah ﷻ berfirman : ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imraan [3] : 103)
Para ‘ulamaa tafsir menafsirkan kata Hablullah (tali Allah) dengan beberapa makna diantaranya :
Ada yang mengatakan Al-Qur-an, adapula yang mengatakan agama Allah (Al-Islam), dan yang lainnya (pemahaman para Shahabat).
Imam Ibnul ‘Arabi dan Al-Hafizh Ibnu Katsir ﺭﺣﻤﻬﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ menguatkan bahwa, makna Hablullah adalah al-Qur-an, walaupun semua makna tersebut tidak bertentangan.
Dan jika kita diperintahkan untuk memegang teguh al-Qur-an, maka itu pun berarti memegang teguh Sunnah Nabi ﷺ , karena tidak mungkin kita mengamalkan al-Qur-an tanpa mengamalkan As-Sunnah atau al-Hadits Nabi ﷺ .
Setelah Allah ﷻ memerintahkan untuk memegang teguh tali Allah, Allah ﷻ melarang perpecahan. Ini menunjukan bahwa, dengan memegang teguh al-Qur-an dan as-Sunnah maka kita bisa bersatu, sebaliknya dengan meninggalkan al-Qur-an dan as-Sunnah maka kita bercerai berai, dalam hal ini ‘Abdullah bin Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﻤﺎ berkata, ﺣِﻴﻦَ ﺗَﺒْﻴَﺾُّ ﻭُﺟُﻮﻩُ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ، ﻭَﺗَﺴْﻮَﺩُّ ﻭُﺟُﻮﻩُ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺒِﺪْﻋَﺔ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺔِ “Yakni hari ketika putih wajah Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan hitam wajah ahli bid’ah dan perpecahan.” (Tafsir Ibnu Katsir, II/92)
Lihatlah bagaimana ‘Abdullah bin ‘Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﻤﺎ menyandingkan kata bid’ah dengan perpecahan, ini menunjukan bahwa, memegang teguh al-Qur’an dan as-Sunnah adalah pokok persatuan, dan meninggalkannya adalah pokok perpecahan.
Kemudian, Sangat buruk persatuan yang tidak dibangun di atas landasan al-Qur-an dan as-Sunnah, sangat buruk persatuan yang hanya dibangun di atas perasaan apalagi dengan tujuan duniawi yang fana, ialah :
Persatuan’ yang sebenarnya tidak menyatukan Tidak saling menyayangi Juga tidak akan pernah saling membantu untuk mewujudkan tujuan hidup, yakni ubudiyah (peribadatan).
Bagaimana bisa, sementara mereka sendiri berbeda dalam makna dan perincian ubudiyah (peribadatan), ada yang gemar melakukan kesyirikan dan adapula yang suka melakukan perkara bid’ah (di dalam agama).
Syaikh Shalih al-Fauzan ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berkata, ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺍﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻣﻊ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﻤﻨﻬﺞ ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ “Tidak mungkin bersatu sementara manhaj dan ‘aqidahnya berbeda.” (al-Al-Ajwibah al-Mufidah, hal. 223)
Persatuan yang tidak dibangun di atas landasan al-Qur-an dan as-Sunnah sejatinya adalah perpecahan (meskipun mereka mengaku dan mengklaim bersatu). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berkata, ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺘَّﻔْﺮِﻳﻖُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺣَﺼَﻞَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄُﻣَّﺔِ ﻋُﻠَﻤَﺎﺋِﻬَﺎ ﻭَﻣَﺸَﺎﻳِﺨِﻬَﺎ ؛ ﻭَﺃُﻣَﺮَﺍﺋِﻬَﺎ ﻭَﻛُﺒَﺮَﺍﺋِﻬَﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻭْﺟَﺐَ ﺗَﺴَﻠُّﻂَ ﺍﻟْﺄَﻋْﺪَﺍﺀِ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ . ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺘَﺮْﻛِﻬِﻢْ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞَ ﺑِﻄَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ “Perpecahan ini, yakni yang terjadi antara ummat, ‘ulamaa dan para masayikhnya, demikian pula para penguasanya, ialah perpecahan yang menjadikan musuh-musuh Islam menguasai mereka, itu semua disebabkan karena mereka tidak mentaati Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ .” (Al-Washiyatul Kubra, hal. 28)
Lalu, Persatuan yang memang mempunyai banyak kepentingan. Apakah bentuknya uang, atau proyek, atau jabatan, atau kedudukan dan semua persatuan yang tujuannya duniawi. Yang pada akhirnya nanti mereka akan saling berebut (ini maksud dari perumpamaan dengan cakar-cakaran) yang dikatakan oleh Syaikhuna Abu Fat-hi Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ . Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman : ﺗَﺤْﺴَﺒُﻬُﻢْ ﺟَﻤِﻴْﻌًﺎ ﻭَﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢ ﺷَﺘَّﻰ Artinya : “Kamu kira hati mereka itu bersatu padahal hati mereka itu terpecah belah. ” (QS. Al Hasyr [59] : 14)
Yang perumpamaan ini tidak ada kaitannya dengan aksi demo sama sekali baik 411 maupun 212 seperti yang dituduhan dan difitnah sebagian orang pengikut hawa nafsu. Kesimpulan penting :
Guru kami Al-Fadhil Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdil Qadir Jawas ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ mengungkapkan kata-kata di atas setelah menjelaskan bagaimana memegang teguh al-Qur-an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, yang merupakan inti agar kaum muslimin bisa bersatu secara hakiki (benar).
Kemudian ceramah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan aksi demo yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, maka sangat disayangkan bagi seseorang yang telah memelintirnya dan mengaitkan potongan ceramah dengan aksi tersebut.
Maka dari itu, kami nasehatkan agar ceramah tersebut didengarkan secara lengkap dan utuh secara sempurna. Dan itulah kewajiban kita dalam hal seperti ini, bukankah Allah ﷻ memerintahkan kita untuk tabayyun?
Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman : ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻥْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻖٌ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒُﻮﺍ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﺑِﺠَﻬَﺎﻟَﺔٍ ﻓَﺘُﺼْﺒِﺤُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْﺘُﻢْ ﻧَﺎﺩِﻣِﻴﻦَ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat [49] : 6)
Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ maka tidak akan ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ maka tidak akan ada yang mampu memberikan hidayah kepadanya.
📷 Al-Fadhil Al-Ustadz Beni Sarbeni Abu Sumayyah, Lc ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ Pondok Pesantren Sabilunnajah, Bandung.
Keterangan : Tulisan beliau ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ sedikit saya perbaiki tanpa merubah makna. Abu ‘Aisyah Aziz Arief_ Silahkan dishare untuk meluruskan tuduhan dusta.
Simak Video Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas yang tidak dipotong: https://youtu.be/5oQu5geHfBA

ARAB SAUDI TERDEPAN MEMBELA PALESTINA

Presiden Mahmud Abbas :
Arab saudi selalu mengatakan kepada kami, dan ini masyhur dari mereka: ” ما ذا تريدون نحن معكم ” apapun yang kalian inginkan kami bersama kalian. لن ندخل في شؤونكم
Dan kami tidak akan mencampuri urusan dalam negeri kalian.
ن نتدخلت في شؤونكم
Dan kami tidak akan mencampuri urusan dalam negeri kalian.
هناك بعض تدخلت في شؤوننا، بعض الناس ذهبوا الان غير موجودين، ولكن سعودية بذات امور ما تدخلت بشؤوننا ، و لكن امور ما تاخرت ان دع منا في كل المجلات، هذا هو موقفها
Di sana ada beberapa ( negara ) yang mencampuri urusan dalam negeri kami, dan sebagiannya sekarang pergi tidak menampakkan diri mereka. Tetapi saudi yang tidak pernah mencampuri urusan kami, mereka tidak pernah terakhir meninggalkan kami di seluruh bidang ( selalu terdepan dalam bantuan ), inilah kedudukannya
[Terjemah Ari Heriyanto]

Aqidah Syeikh Abdul Qadir Al Jiilani rahimahullah MELARANG BERKEYAKINAN ALLAH ADA DIMANA-MANA

Coba lihat yang saya garis merah,Beliau berkata : TIDAK BOLEH Mensifati Allah bahwasannya Allah BERTEMPAT DIMANA-MANA. Tapi katakan Dia di langit diatas ‘Arasy
[Kitab Al Gun Yah Juz 1,hal 124]

Berarti beliau Wahabi ya?
lagi lagi apa apa yang berbeda dengan keyakinan kita,dituduh sebagai wahabi..
Marilah kita hilangkan kebencian karena hanya suatu perbedaan. Jika secara Ilmu kita keliru, maka perbaikilah kekeliruan itu.

Maaf saya tidak menulis AL JAELANI, tapi AL JIILANI.. beliau orang JIILAN..

Foto Agus Arnold.

Syeikh Abdul Qadir Jiilani rahimahullah bertentangan dengan Al ‘Asyariyah dalam memahami Makna ISTIWA,

Coba lihat yang saya garis bawahi warna merah,
Beliau berkata :
“Dan Maknanya bukan tinggi dan naik seperti yang dikatakan oleh AL ASYARIYYAH” [Kitab Al Gun Yah Juz 1,hal 124]

Jadi bagaimana pemahaman istiwa menurut Syeikh Abul Qadir Al Jiilani?
Beliau mendifinisikan sifat Istiwa TIDAK DITAKWIL, menurut beliau Istiwa itu Dzat diatas Arsy, yang bukan bermakna DUDUK atau bersentuhan dengan ‘Arasy sebagaimana pemahaman kaum Mujasimmah.

Kekeliruan Al Asyariyyah dalam hal memahami istiwa, tidaklah menjadikan kita berpecah, karena diantara para ulama perbedaan itu sudah biasa, saling membantah yang ilmiyyah itu biasa..
Maka kitapun tetaplah saling menghormati dan menghargai pendapat masing-masing ulama..
Jangan jadikan diri kita domba yang diadu adu oleh provokator, sampai berlebihan hingga mengusir orang yang tak sefaham dengan kita.

Allahu’alam

Foto Agus Arnold.

Syeikh Abdul Qadir Jiilani rahimahullah hanya mencukupkan memahami Istawa HANYA yang difahami oleh Salafusholeh

Mengapa beliau mengingkari pendapat Al Asyariah,Mujasimah,Mu’tazillah? karena beliau menganggap pendapat mereka itu tidak ada dalilnya. Bahkan beliau berkata :
“Dan Tidak pernah dinukil dari keterangan dari para sahabat,Tabi’in dari kalangan salafusholeh, dari para ulama ashabul hadits tapi telah dinukil dari salafusholeh dan ashabul hadts bahwa memahami ayat dan hadits sifat secara mutlak (tanpa takwil dan ta’til)” [Kitab Al Gun Yah juz 1:124]

Hal ini bukanlah memaknakan pemahaman bagi saya bahwa tidak adanya takwil, takwil tetap ada.

Hal ini saya tulis, karena sedang banyak berita yang mengdiskusikan masalah istiwa. Semoga bermanfaat
Allahu’alam

Foto Agus Arnold.

Kenapa sih bisanya nyalah-nyalahin orang lain? ada ajarannya? dasar wahabrot !!!!

Perkataan diatas sering kita dengar, ditambahi dengan kata buruk semisal:
“si pemecah umat,duri dalam daging, antek yahudi,orang sawah, Talafi,Wahabrot dst”
hal itu karena diakibatkan oleh keawaman dalam ilmu Syariat Agama.
Jika ustadz fulan meluruskan kekeliruan ustadz fulan, janganlah dianggap sebagai menyalah-nyalahkan,”ngerecoki”,menghina,merendahkan dan anggapan-anggapan buruk lainnya.
Justru berterima kasihlah, minimal telah bersusah payah untuk mengingatkan saudaranya, walau misalnya si penasihat ada kekeliruan.
Dampaknya sangat jelas bagi orang jahil, akan menjadi tahu perkara baik dan buruk dalam agama. Makanya menurut Imam Ahmad rahimahullah, hukumnya WAJIB. Beliau berkata :
“Jika engkau diam (tidak menjelaskan) dan aku juga diam (tidak menjelaskan) maka kapankah orang jahil membedakan antara yang benar dari yang salah
……………..
maka menjelaskan kesalahan mereka dan memperingatkan umat dari bahaya mereka hukumnya adalah wajib berdasarkan kesepakatan kaum muslimin” [Majmu Fatawa jilid 28,hal 230] ( Lihat yang saya garis bawahi dikitabnya)

Jadi Marilah kita kondisikan hati kita dalam koridor itikad yang baik dengan sesama muslim,meskipun terkadang diterima dengan pahit, Sesungguhnya Tidak ada nasihat kaum muslimin yang berilmu dan berpegang teguh pada sunnah untuk menjerumuskan pada api neraka dan api permusuhan

Foto Agus Arnold.