Salah Faham istilah Salafy dan haroky

Banyak yang terbawa Arus dalam memahami suatu istilah yang mana istilah itu telah dilekatkan pada ormas atau golongan tertentu..
Misalnya istilah Wahabi..  orang kafir sukses melekatkan istilah wahabi yang penuh dengan kebathilan kepada Syeikh Abdullah bin Wahab, dimana beliau seorang Salafy…
Belum puas sampai disitu..  dibuat lagi istilah SALAFY WAHABI.. dengan karakteristik yang kasar,serampangan,rusuh dll..
Berakhir terkenalah istilah SALAFY dengan hal-hal yang tidak baik, seperti Salafy adalah suatu golongan, salafy adalah tukang meng kafir-kafirkan, tukang tuduh-tuduh orang, tukang pemecah belah…

Padahal kalau kita kembalikan maknanya dari istilah Salafy kepada makna sebenarnya dengan singkat saya katakan orang-orang yang mengikuti pemahaman salafusholeh

BAGAIMANA DENGAN ISTILAH HAROKY?

Istilah ini dalam bahasa Arab “Lisan Al `Arob” kata harokah (الحركة ) berasal dari Haruka (حرك) memiliki arti lawan dari kata diam (ضد السكون) atau tidak bergerak, yang berarti harokah adalah suatu gerakan.

Jadi dalam makna bahasanya ini.. tidak ada yang salah apabila kita terus bergerak berdakwah untuk kebaikkan khususnya Syi’ar Agama Islam.. ada yang bergerak dakwah dari mesjid ke mesjid, bergerak melalui Radio seperti Radio Rodja,TV Rodja dll..

Karena Isitlah ini telah melekat pada pemikiran kita yaitu kepada pergerakkan organisasi seperti IM,HT dll.. maka ketika kita ingat haroki maka yang diingat adalah organisasi Islam tersebut..

Maka kita kembalikan maknanya pada istilah yang sebenarnya.. namun untuk menjaga kesalah fahaman dari kalangan awam, maka tak perlu kita membuat istilah baru misalnya SALAFY HAROKY… mengapa?

Karena tanpa ditambah Haroky juga.. sifat dan karakteristik dari Salafy adalah berkepribadian MUTAHARRIK (Pergerakkan), Pergerakkan apa?
Pergerakkan diantaranya berdakwah untuk menyampaikan Sunnah..

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :
“Menyampaikan sunnah Nabi Shalallahu wa’alaihi wassalam kepada umat lebih utama daripada mengirimkan anak panah ke leher-leher musuh, karena mengirimkan anak panah dapat dilakukan oleh mayoritas manusia, sedangkan menyampaikan sunnah beliau tidak dapat ditunaikan kecuali oleh para pewaris Nabi dan khalifah umat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karamah dan nikmat-Nya”.

Jadi sekarang tidak ada lagi pemisahan antara Salafy dan Haroky..
apalagi seolah-olah keduanya merupakan golongan.. ini benar-benar bathil.. Dalam diri Salafy pasti ada haroky…
Sangat rancu dan lucu, apabila kita menyebutkan kalimat misalnya :
“Pergerakkan Islam diantaranya Salafy,HTI,Jama’ah Tabligh,NU dll”

Kalimat diatas benar-benar suatu pembodohan.. karena dianggapnya Salafy adalah nama suatu kelompok ormas…

Wallahu’alam

Solusi Mengatasi Kesulitan dengan SUNNAH

Orang miskin akan dapat kesulitan dari kemiskinannya
Orang Kaya akan dapat kesulitan dari kekayaannya

Mengaku Salafy akan dapat kesulitan dari ke salafy annya
Mengaku Haraky akan dapat kesulitan dari ke haraky an nya

Diantara mereka ada yang BERUNTUNG DAN BINASA dalam kehidupannya.. MENGAPA?
Karena cara-cara menangani kehidupannya itu TIDAK MENGAMALKAN SUNNAH..
—Loh apa hubungannya kesulitan dengan ‘amalan Sunnah?
saya kasih 2 contoh ya:
1. ‘Amalan Sunnah dalam menyikapi saudara kita yang terkena kesalahan adalah MENCARI ALASAN BAIK atas perbuatannya itu.
Nah kalau pake sikap maksiat seperti berbuat Mengkafir-kafirkannya, membid’ah-bid’ahkannya,merendahkannya, Unfriend,remove,block tanpa penjelasan sehingga hal itu menyakiti saudara kita.. MAKA BERSIAPLAH DENGAN KEBINASAAN.. diantaranya orang lain akan membenci kita, MISKIN ILMU dan AKHLAK karena kita secara tidak sadar merasa paling benar…

Berkata Abu Qilabah Abdullah bin Zaid Al Jurmy sebagaimana dalam kitab “Al Hilyah” karangan Abu Nu’aim (2/285):

“Bila sampai kepadamu sesuatu yang kamu benci dari saudaramu, maka berusahalah untuk mencarikan alasan untuknya, jika kamu tidak menemukan alasan untuknya, maka katakanlah dalam hatimu: mungkin saja saudaraku punya alasan yang aku tidak mengetahuinya”. [Sumber : Markaz download Abu Salma]

2. ‘Amalan Sunnah menghadapi kesulitan, diantaranya berdo’a dengan do’a yang dipakai oleh Rasulullah dan para sahabatnya//
Nah kalau kita melakukannya dengan mendatangi DUKUN,DZALIM terhadap orang lain.. maka Bersiaplah KESULITAN LANJUTAN akan didapatkan akibat dari dosa kita..

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
Likulli ‘amalin Syirrotun, Walikulli Syirrotin Fatrotun
Faman Kaanat Fatrotuhu ila Sunnatii Faqod Aflaha
Waman Kaanat Ila Ghoiri Dzalika Faqod Halaka
Artinya:
“Setiap ‘Amal itu memiliki Kesulitan, dan setiap kesulitan itu memiliki jeda. Barang Siapa yang jeda waktunya kepada sunnahku, maka sungguh ia telah BERUNTUNG, dan barang siapa yang kepada selain itu maka ia telah BINASA” [HR,Ahmad 2/188, Shahih]

Wallahu’alam

KONSISTENLAH JADI AHLI TSABAT

MAUKAH JADI AHLI TSABAT?

Ahli Tsabat adalah mereka yang konsisten diatas kebenaran, dimana jika mereka menyatakan janji untuk menuju seorang Ahlu Sunnah sebagai pecinta kebenaran, maka dalam perbuatannya pun KONSISTEN,melaksanakan apa yang telah diketahuinya dari petunjuk.

Terkadang kita tidak konsisten,ketika hijrah ke Ahlu Sunnah, tapi Janjinya itu di jegal oleh Syetan laknatullah di jalan kebaikkan dengan MEMBUAT ALASAN.
Misalnya :

Aku masih memotong jenggot, karena aku masih belajar agama, Padahal Pengetahuan tentang itu sudah sampai kepadanya

Aku masih Isbal, karena aku masih belajar agama, Padahal Pengetahuan tentang itu sudah sampai kepadanya

Semuanya ditutupi dengan ALASAN yang menutupinya hingga menjadi penyakit dalam hati.. Allah ta’ala menutup hatinya dengan Alasan yang semakna dari itu.. hingga Cahaya Nya pun tidak pernah masuk dalam relung hatinya.

Mari kita renungkan Firman Allah ta’ala :


“Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)” [al-Ahzab : 23]

Biasanya Tipe/sifat seperti ini dalam hatinya masih goyah,ragu, apalagi jika pemahaman disandarkan pada oknum seseorang, bukan pada Ajaran.
Hal ini telah dijelaskan dalam Firman Allah ta’ala:


Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya ” [an-Nisa: 143]

Sungguh merugi wahai yang masih ragu.. ketika dilemparkan ke neraka ,malaikat akan berkata :


hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?“[Al Mulk : 8]

Coba kita renungkan, mau menjawab apakah kita nanti? Tidak bisa kita membuat Alasan seperti halnya di dunia..
Sungguh Ilmu telah diterima, Hijrah sudah dinyatakan.. KONSISTENSI harus kita Tanamkan, sehingga kita masuk sebagai AHLI TSABAT.

Mari kita lemparkan identitas kita dijaman kegelapan..
Pakailah baju muslim, agar selalu teringat kepada Nya
Biarkanlah jenggot panjang, untuk mengharap Ridha Nya
Potonglah celana menjadi diatas mata kaki, untuk mengharap Ridha Nya.
Tunduklah diatas Ilmu yang haq..

Wallahu’alam

Hukum Menyanyi

Dalam Fatawa Islamiyah al Lajnah Ad-Da’imah (4/532-534)  dinyatakan sebagai berikut:

“Namun lebih baik seseorang menghindari hal-hal yang membawanya kepada keburukkan dengan membaca Al-Quran, mengingat Allah dan mengamalkan hadits-hadits Nabi karena sesunggunya hal itu lebih besar dan lebih suci bagi jiwa serta lebih menguatkan dan menenangkan hati sebagaimana firman Allah :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya” (Az-Zummar : 23)

 

” orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. ” (Ar-Ra’d: 28-29)

Sudah menjadi kebiasaan para sahabat untuk menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai penolong mereka dengan cara menghafal,mempelajari serta mengamalkannya. Selain itu mereka juga memil;ki nasyid-nasyid dan nyanyian yang mereka lantunkan seperti saat mereka menggali paritKnhandaq, membangun masjid-masjid dan saat mereka menuju medan pertempuran (jihad) atau pada kesempatan lain di mana lagu itu dibutuhkan tanpa menjadikannya sebagai syiar atau semboyan, tetapi hanya dijadikan sebagai pendorong dan pengobar semangat juang mereka

Sedangkan genderang dan alat-alat musik lainnya tidak boleh dipergunakan untuk mengiringi nasyid-nasyid tersebut karena Nabi Shalallahu Wa’alaihi Wassalam dan para sahabatnya tidak melakukan hal itu. Semoga Allah menunjukkan kita kepada jalan yang lurus. Shalawat serta salam semoga dilimpaghkan kepada Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya”

[Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3,hal: 127,Penerbiy: Darul Haq]

Wallahu’alam

Solusi Fenomena Keringnya Agama Umat Islam

Fenomena perilaku manusia sekarang menjadi Tamparan keras untuk para kiyai,habib,ustadz,ajengan,Ormas Islam..

Kurangnya da’i di setiap pelosok berakibat fatal terhadap kehidupan umat, terutama dalam hal agama.
Kalau yang saya amati solusi untuk hal ini adalah

– Dirikan pesantren di setiap desa atau kampung, tempatkan 1 orang Ustadz/kiayi disana,beri penghasilan bulanan dan beri rumah ditempat dia tinggal
– Ganti para da’i yang tidak berkwalitas di Televisi dengan para asatidz, kiyai yang sudah mumpuni Ilmunya
– Ganti cara berdakwah di televisi yang terkesan hanya bisa “ngomong” saja
– Setiap Pengajian rutin, wajib harus punya pencapaian kepada peningkatan keimanan umat, jangan hanya seremonial saja
– Program pengetahuan Umum keadaan umat baik dalam maupun luar negeri seputar Islam harus disampaikan
– Gaungkan program Tahfidz plus tafsirnya.
– Ustadz/kiayi harus punya kemampuan menjadi pengarah usaha dibidang masing-masing,misal di daerah laut, diberikan kemampuan ilmu usaha dibidang berikanan, untuk daerah pertanian pun begitu…
– Gerakan diatas harus terstruktur dengan koordinasi yang baik untuk seluruh Indonesia.
– Program dakwah tauhid Wajib menjadi perhatian. dalam materi ini sangat sedikit perselisihan diantara ulama

Semoga tulisan ini dibaca oleh pihak terkait yang punya kemampuan kapasitas dalam solusi-solusi diatas

Wallahu’alam

ditulis oleh Abu Nuralif

 

MUFTI ARAB SAUDI MENDUKUNG PERJUANGAN FSA

أكد مفتي عام المملكة العربية السعودية ورئيس هيئة كبار العلماء الشيخ عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ أنه لو ثبت وصول الدعم بأمانة ودقة إلى الجيش السوري الحر فإن هذا الدعم يعتبر من الجهاد في سبيل الله.

وقال مفتي المملكة: “كل ما يقوي شوكة هؤلاء ويضعف شوكة النظام السوري الدموي مطلوب شرعًا”.
وأضاف: “واجبنا نحو إخواننا في سوريا هو دعاء الله وصدق الالتجاء والاضطرار إليه مع بذل الجهد في إيصال المساعدات إليهم، والتاريخ المعاصر لم يعرف جريمة سفك دماء وانتهاك أعراض كالتي وقعت بسوريا”.
وأكد مفتي المملكة خلال لقائه وفدا من شباب جمعية إحياء التراث الإسلامي من الكويت, أن الله بالمرصاد، وأن العدوان والإجرام لا بد له من نهاية.

وكان قائد “الجيش السوري الحرّ” العقيد رياض الأسعد قد أكد أنّ “النظام السوري قوي بترسانته العسكرية مقارنة مع تلك التي يمتلكها “الجيش الحر”.
وقال: “الجيش النظامي السوري بدأ ينهار معنويًا، وخير دليل على ذلك المواجهات التي تحصل يوميًا بين الطرفين، إضافة إلى زيادة عدد المنشقين في صفوفه إلى أن وصل عدد عناصر “الجيش الحر” إلى نحو 70 ألفا، بينهم 5 ضباط برتبة عميد”.

وفي حديث لصحيفة “الشرق الأوسط”، أضاف الأسعد: “لا يمكننا القول بأننا مسيطرون على مناطق محددة بأكملها، لكننا نؤكد أن حواجزنا منتشرة بكثافة على 60 في المائة من المناطق السورية ونقوم بعمليات عسكرية ممتازة، بينما يقتصر وجود قوات النظام فقط على مواقع الثكنات العسكرية، كما أننا قادرون على دخول أي منطقة وإدخال أي كان إليها، كما ندخل الصحافيين لينقلوا ماذا يجري على الأرض في سوريا”.

وكشف أن العمليات التي ستنفذ في الساعات القليلة القادمة ستكون نوعية وستشكل مفاجأة للنظام، لافتًا إلى أن “الجيش الحر” أسقط أمس، مروحية للجيش النظامي ودمر 6 دبابات في إدلب”، ومشيرًا إلى أن الأسلحة التي بحوزة عناصره ليست إلا أسلحة فردية ومتوسطة، وإسقاط المروحيات يتم باستهداف ذيلها، وهي فكرة ناجحة أدت حتى الآن

Sumber : http://ar.islamway.net/article/9843